| Presiden Joko Widodo (foto Sekretariat Presiden) |
Jakarta, Info Patroli -- Menanggapi daftar 50 besar tokoh muslim berpengaruh di dunia, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku bersyukur dan akan tetap bekerja apa adanya.
"Alhamdulillah, saya kira sebuah penghargaan untuk kita semuanya, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia," kata dia, lewat rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Sabtu (20/10).
Baginya, penghargaan tersebut merupakan apresiasi pula untuk seluruh masyarakat Indonesia.
"Tapi saya tetap terus akan bekerja apa adanya, seperti biasanya," ia menambahkan.
Hal itu dikatakannya saat ditanya jurnalis seusai berkunjung ke Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu(20/10).
Sebelumnya, situs merilis daftar 500 muslim yang dianggap berpengaruh di dunia. Jokowi ada di peringkat 16, atau masuk "Top 50" seperti tahun sebelumnya.
Daftar tokoh muslim dunia paling berpengaruh itu dikeluarkan oleh Pusat Studi Strategi Islam, lembaga riset mandiri yang berlokasi di Amman, Yordania.
Nama Presiden Jokowi kembali masuk dalam situs themuslim500.com. Dia lagi-lagi dianggap sebagai salah satu dari 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia pada 2018, dan menduduki peringkat 16.
Situs itu menganggap Jokowi lebih berpengaruh dari ulama kenamaan Arab Saudi, Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh yang menempati posisi ke-17. Sedangkan di atas Jokowi ditempati oleh Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab, Jenderal Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan Sabtu (20/10).
Di dalam situs itu ada orang Indonesia selain Jokowi yang dianggap sebagai tokoh muslim berpengaruh di dunia. Namun, peringkat keduanya lebih rendah ketimbang mantan Wali Kota Surakarta itu.
Mereka adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH. Said Aqil Siradj yang berada pada peringkat 22. Kemudian Habib Luthfi bin Yahya yang berada pada posisi 41.
Situs itu menyatakan Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang populer, walau tidak didukung oleh kelompok ulama. Dia juga dianggap sebagai pemimpin sipil pertama karena bukan berasal dari kalangan tentara.
Yang menduduki peringkat teratas dalam daftar itu adalah Imam Besar Masjid Al-Azhar sekaligus Rektor Universitas AL-Azhar, Prof. Dr. Sheikh Ahmad Muhammad Al-Tayyeb dari Mesir.
Dalam laman mereka menyatakan diri sebagai lembaga Pusat Studi Strategis Islam (The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Bidang mereka adalah melakukan penelitian mandiri, yang juga bagian dari Institut Keilmuan Islam Aal al-Bayt berkedudukan di Ibu Kota Amman, Kerajaan Yordania
Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Ma'ruf Amin menilai penobatan sebagai tokoh Islam berpengaruh di dunia pada 2018 pantas disematkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dalam situs themuslim500.com, Jokowi berada di peringkat 16 sebagai tokoh Islam berpengaruh di dunia.
"Saya kira pantas sekali. Peran-peran utamanya banyak di dunia internasional," ujar Ma'ruf saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/10).
Ma'ruf menyebut Jokowi banyak berperan dalam upaya kemerdekaan Palestina, mendamaikan konflik di Afghanistan, hingga berpartisipasi dalam sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI).
"Dia juga membuat kerukunan di berbagai belahan dunia di antara umat Islam," katanya. "Apalagi di Indonesia, sangat kita rasakan," lanjut Ma'ruf.
Diketahui, situs themuslim500.com menganggap Jokowi lebih berpengaruh dari ulama kenamaan Arab Saudi, Sheikh Abdul-Aziz ibn Abdullah Aal Al-Sheikh yang menempati posisi ke-17.
Sedangkan di atas Jokowi ditempati oleh Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab, Jenderal Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.
Selain Jokowi, tokoh Indonesia yang masuk adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH. Said Aqil Siradj yang berada pada peringkat 22. Kemudian Habib Luthfi bin Yahya yang berada pada posisi 41.
Situs itu menyatakan Jokowi dianggap sebagai pemimpin yang populer, walau tidak didukung oleh kelompok ulama. Dia juga dianggap sebagai pemimpin sipil pertama karena bukan berasal dari kalangan tentara.




0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !