INFOPATROLI
| NIAS SELATANSeni Budaya Lompat Batu merupakan satu-satunya di Dunia yang hanya dimiliki warga masyarakat kepulauan Nias dan Indonesia pada umumnya.
“Seluruh
negara di Dunia tidak ada yang memiliki Seni Budaya Lompat Batu selain Indonesia
pada umumnya dan khususnya di Kepulauan Nias ini,”. Demikian disampaikan
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi ketika membuka “Ya’ahowu Nias
Festival Tahun 2018” yang dipusatkan di Lapangan Orurusa Kelurahan Pasar
Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara yang
dihadiri sejumlah undangan dari perwakilan Kementerian Republik Indonesia, para
unsur Forkopimda se-Kepulauan Nias, Brigjen Pol Bahagia Dachi, para pimpinan
SKPD se-Kepulauan Nias, para tokoh masyarakat, agama, ormas, pemuda, pelajar
dan masyarakat, Sabtu, (17/11-18).
Edy
Rahmayadi dalam sambutannya mengatakan, merasa terpanggil dan senang datang di
Pulau Nias karena Pulau Nias merupakan ciptaan Tuhan yang paling indah.
“Saya
sudah 6 kali datang ke Pulau Nias saat jadi Pangdam I/BB, Pangkostrad dan saat
kampanye sebagai Cagubsu kemarin dan ternyata menang hingga saya kembali mendatangi
Pulau Nias ini pada acara Ya’ahowu Nias
Festival Tahun 2018. Dari segala wilayah demografi Kepulauan Niias tak bisa
diragukan keindahan alam dan budayanya yang luar biasa. Nias surga kecil yang
diberikan Tuhan. Jadi orang luar nggak boleh memandang kecil Nias ini,” tandas
mantan Pangdam I/BB tersebut.
Lebih
lanjut Edy mengatakan, Kepulauan Nias merupakan daerah teritorial Sumatera
Utara dan Nias juga punya potensi sangat besar yang harus dikembangkan. “Saya
sudah berjanji untuk berbuat di Kepulauan Nias ini. Saya tidak mengada-ngada
namun, semua rakyat Nias akan menjadi ‘Tano Niha’ yang makmur dan sejahtera.
Mari kita besarkan ini Nias,” ujarnya dengan
penuh semangat.
Ia
juga mengajak bersama-sama untuk menjadikan pulau Nias menjadi daerah
pariwisata. “Jadikan tempat ini yang damai. Mari kita terima orang luar dengan
baik dan tangan terbuka sehingga Nias semakin maju dan semoga Nias damai dan
sejahtera,” dalam arahan Gubsu.
Ketua
Umum Panitia Yaahowu Nias Festival, Sozanolo Ndruru mengucapkan terima kasih
atas dukungan semua pihak hingga acara ini dapat terlaksana dan kita dapat
menyaksikan dan menikmati pergelaran budaya Se kepulauan Nias.
Bupati
Nias Selatan Hilarius Duha dalam kata sambuatannya mengucapkan terima kasih
atas terlaksanannya Yaahowu Nias Festival di Kepulauan Nias yang dipusatkan di
Kabupaten Nias Selatan sebagai Tuan Rumah. Dimana Nias merupakan daerah
Pariwisata dan Perikanan yang dikembangkan demi terciptanya kesejahteraan
masyarak Nias.
Ketua
DPRD Nisel mengajak masyarakat Nisel untuk mensukseskan acara Yaahowu Nias
Festival dan menciptakan Sapta Pesona selama berlangsungnya event ini di
Kabupaten Nias Selatan.
Acara
pembukaan Yaahowu Nias Festival 2018 juga dirangkai berbagai atraksi budaya
dari 4 kabupaten dan 1 kota yang ada di Kepulauan Nias terdiri dari Kabupaten
Nias Selatan Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan
Kota Madia Gunungsitoli.
Atraksi
budaya yang paling memukau para hadirin adalah atraksi budaya tari perang dan
lompat batu dari Kabupaten Nias Selatan. Yaahowu
Nias Festival yang berlangsung dari 16-20 November 2018 diisi berbagai
pergelaran khas budaya masing-masing setiap Kabupaten/Kota diantaranya acara
Harimbale (pasar), pergelaran makanan khas, kerajinan tangan, dan lain-lain.
Berbagai
kegiatan juga dirangkai untuk memeriahkan acara tersebut seperti beberapa
stan yang dibuka diramaikan pengunjung untuk membeli oleh oleh ciri khas Nias,
atraksi Budaya, lomba voly pantai di pantai Sorake, Kecamatan Luahagundre.
Ribuan
masyarakat dari dalam dan luar daerah serta manca negara datang menyasikkan
pergelaran Budaya Kepulauan Nias yang merupakan Budaya kearifan lokal.
Gubsu
diakhir pembukaan mengajak semua unsur Forkopimda Se Kepulauan Nias dan Tokoh
masyarakat bernyanyi bersama dalam memeriahkan Yaahowu Nias Festival. (Budi
Laia)





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !