penyelundupan narkoba senilai Rp1,5 triliun di Kabupaten Serang (foto Antara)
Serang - Info Patroli – Tim Survival Polda Metro Jaya bersama Tim Jaguar Polresta Depok berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba senilai Rp1,5 triliun di Kabupaten Serang pada Kamis 12 Juli 2017. Kali tim gabungan ini membeberkan perjuangan keras mereka saat membekuk sindikat narkoba ini.
Tim harus bergadang di balik tingginya ilalang di sekitar Hotel Mandalika untuk mengganggalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat satu ton itu. Kondisi malam yang gelap, ditambah gigitan nyamuk dengan suara mesin perahu karet yang halus kerja keras mereka membuahkan hasil.
"Memakai kapal karet atau perah kecil. Mesinnya cukup halus, jadi kita pakai peralatan canggih, night vision," kata Irjen Pol M Iriawan, Kapolda Metro Jaya, saat ditemui di lokasi penangkapan di dalam Hotel Mandalika, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis 12 Juli 2017.
Usai penangkapan besar ini, Kapolda juga menjamin akan menjaga ketat jalur laut dan pelabuhan kecil untuk megungkap kasus-kasus serupa. “Kita akan telusuri, yang jelas dari laut. Jalur laut sudah kita endus, sudah lama juga, daerah Banten dan Jakarta juga," ujarnya.
Sebelumnya sempat diberitakan bahwa pada saat penangkapan terjadi perlawanan dari ke empat tersangka. Akibatnya, dua anggota polisi mengalami luka akibat ditabrak tersangka. Polisi pun mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan satu orang tersangka meninggal.
Empat orang pelaku bernama Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Sedangkan tersangka yang ditembak mati bernama Lin Ming Hui yang ditengarai sebagai bos penyelundupan narkoba jenis sabu tersebut.
Dua yang ditangkap hidup, antara lain, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sementara yang kabur adalah Hsu Yung Li. Tersangka yang ditembak mati, menurut polisi, karena
Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional mengatakan, keberhasilan aparat gabungan menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 1 ton di Anyer Serang, Banten menjadi hadiah bagi Indonesia.
"Di hari ini Indonesia mendapatkan hadiah. Direktorat 4 Narkoba Mabes Polri beserta jajaran TNI, BNN beserta Bea Cukai, berhasil menangkap pemasok narkoba sebanyak 1 ton," kata pria yang akrab disapa Buwas itu, dalam acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2017 di TMII Jakarta Timur, Kamis, 13 Juli 2017.
Menurut Buwas, dalam menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman masuknya narkoba memang terbilang cukup sulit. Sebab, kondisi geografi Indonesia memungkinkan para pengedar untuk menyelundupkan narkotika melalui jalur tikus.
Namun BNN beserta TNI, Polri, Bea Cukai dan pihak terkait lainnya pantang menyerah untuk berupaya menutup akses para bandar memasukkan barang ke Indonesia.
Salah satu hasilnya, yakni aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus ini. Keberhasilan ini, kata Buwas, tidak lantas membuat petugas lengah. Dia menjamin semangat pemberantasan narkoba bakal semakin menggebu. Mengingat kejahatan penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan luar biasa.
"Penyalahgunaan narkotika kejahatan luar biasa. Salah satu senjata proxy war untuk melumpuhkan negara. Perlu diberantas dengan komprehensif dan menyeluruh," ujarnya. viva




0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !