Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Silaturahim jamaah masjid Al-Ikhlas Tabek Gadang (Foto Riau Trekini )
Pekanbaru - Info Patroli-- Kehadiran orang nomor satu di Riau ini disambut antusias jemaah yang hadir usai melaksanakan sholat Asha berjamaah.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman lakukan pertemuan dengan jamaah mesjid Al-Ikhlas Jalan Soekarno-Hatta (Arengka) Kelurahan Tabek Gadang Kecamatan Tampan.
Hadir pula Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim, Kapolda Riau Irjend Pol Zulkarnain, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto.
Kehadiran orang nomor satu di Riau ini pun disambut antusias para jemaah yang hadir. Hadir pula Danrem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim, Kapolda Riau Irjend Pol Zulkarnain, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto.
"Pekanbaru adalah kota jasa dan perdagangan. Pemerintah Provinsi mendukung bagaimana
geliat pembangunan terus berkembangan.
Sektor inilah yang menopang kehidupan
Pekanbaru. Bagaimana sektor ini bisa kondusif, inilah peran masyarakat Pekanbaru
dengan menciptakan kestabilan," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman,
Sabtu (4/6/17).
Baik Pemerintah Kota Pekanbaru mau pun Pemerintah Provinsi terus membuat
kebijakan-kebijakan untuk mendongkrak perekonomian dan pembangunan. Begitu juga
disektor pendidikan, kesehatan Pemerintah Provinsi terutama terus memberikan
perhatian kepada masyarakatnya.
Selain itu, persoalan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut), menurut Andi Rachman
cuaca kemarau yang saat ini sedang berlangsung sangat berpotensi timbulnya Karlahut.
Namun hal itu tentu saja menjadi tekad kuat seperti yang sudah dilakukan Pemprov
Riau pada 2016, yang telah berhasil melakukan pencegahan dan penanggulangan.
Lebih lanjut, untuk menciptakan suasana kondusip selama ramadhan berlangsung, Andi
juga mengajak seluruh masyarakat menjaga ketentraman dan meningkatkan keamanan.
Sementara Kapolda Riau Irjend Pol Zulkarnain menyatakan juga banyak memberikan
himbauan soal keamanan dimasyarakat. Kemudian perwira bintang dua ini juga
menyinggung soal adanya ancaman yang ingin memcah belah persatuan dan kesatuan.
Kapolda menyebut adanya organisasi yang mengatas namakan agama, dengan ingin
membangun satu khilafah dan ideologi tertentu selain Pancasila. Hal ini menurutnya,
jelas tak bisa dibenarkan.
Karena itu, Kapolda meminta kepada masyarakat jangan mau terpecah belah dengan
segala hasutan dan isu-isu yang tujuannya ingin memecah bela kesatuan dan persatuan
di Indonesia.
|
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !