Cikal Bakal Reformasi Demokrasi Indonesia---Presiden Soeharto, Temu Ulama dan Tokoh Masyarakat - Infopatroli.net - News Portal Indonesia
Headlines News :
Home » , , , , , , » Cikal Bakal Reformasi Demokrasi Indonesia---Presiden Soeharto, Temu Ulama dan Tokoh Masyarakat

Cikal Bakal Reformasi Demokrasi Indonesia---Presiden Soeharto, Temu Ulama dan Tokoh Masyarakat

Written By infopatroli on Sunday, June 4, 2017 | 10:40 AM


Presiden Soeharto, Temu Ulama dan Tokoh Masyarakat (foto Kompas.com)











19 Mei 1998
Presiden Soeharto bertemu ulama  dan tokoh masyarakat sekitar jam 09.00 – 11.32  WIB. Antara  lain Abdurrahman Wahid Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama,Prof Malik Fadjar , Sumarsono  dari (Muhammadiyah), Achmad Bagdja,  Ma’ruf Amin dari (Nahdlatul Ulama),  Nur Chalis Madjid Direktur Yayasan Paramadina,  Ali Yafie Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI),  Yusril Ihza Mahendra Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia,   Budayawan Emha Ainun Nadjib,  KH Cholil Baidowi dari (Muslimin Indonesia).

Presiden Soeharto memberikan keterangan pers sesuai pertemuan dengan para ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan ABRI di Istana Merdeka,19 Mei 1988, dua hari sebelum mengundurkan diri menjadi Presiden.  Disaksikan Mensekneg Saadilah Mursyid, dan para tokoh , antara lain Yusril Ihza Mahendra,  Amidhan,  Nurcholis Madjid,  Emha Ainun Madjid,  Malik Fadjar , Sutrisno Muhdam,  Ali Yafie,  Ma’ruf Amin,  Abdurrahman Wahid,  Cholil Baidowi,  Adlani,  Abdurrahman Nawi, dan  Ahmad Bagdja.

Usai pertemuan,Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera  mengadakan Resuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus  mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi.  Nuircholis Madjid sore hari mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle Kabinet dan membentuk Kabinet Reformasi itu murni dari Presiden Soeharto dan bukan usulan mereka.

Dalam pertemuan ini, sesungguhnya tanda - tanda bahwa Soeharto akan mengundurkan  diri sudah nampak. Namun ada dua orang yang tidak setuju bila Soeharto menyatakan mundur,  karena dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.

Jam 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Meperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada  Presiden soal kerusakan  jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran.  Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yanga akan melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada saat itu Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negative para senior ekonomi, Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan mereshuffle Kabinet. Mereka intinya  menyebut, tindakan itu mengulu-ulur  waktu.

( berbagai sumber)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !