Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto Pastikan Periksa Kepala Biro Humas, Kasatpol PP dan Oknum Protokoler Pemprov Riau.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto
PEKANBARU Info Patroli
- Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Arianto memastikan
pemeriksaan dua orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) serta satu
pegawai honorer di lingkup Pemerintahan Provinsi Riau akan dilakukan
Rabu (20/4/2016).
Kasus pemukulan terhadap mahasiswa UNRI pada rapat koordinasi KPK dengan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan walikota/bupati serta SKPD di Riau, Rabu lalu terus bergulir.
"Hari ini surat pemanggilan penetapan tersangka telah dikirimkan . Hari
Rabu (20/4/2016) akan diperiksa, " terang Bimo, Senin (18/4/2016).
Bimo memastikan yakni Kepala Biro Humas, Kasatpol PP dan Oknum Protokoler.
ujar Bimo pada wartawan.
"Dua orang ASN adalah Kabiro Humas Pemprov Riau, Kasatpol PP serta
satu pegawai honorer yang merupakan protokoler, " terang Bimo.
Seperti diberitakan, mahasiswa Universitas Riau bereaksi setelah tiga
rekan mereka menjadi korban pemukulan di Gedung Daerah Provinsi Riau
pada Rabu (13/4/2016).
Pada hari tersebut, KPK tengah melakukan supervisi yang dihadiri Plt
Gubenur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan walikota/bupati serta SKPD se
-Riau.
Ditengah acara, tiga orang mahasiswa berencana membentang spanduk
yang bersi aspirasi mafia migas.
Namun belum sempat spanduk dibentang,
humas dan protokoler mengamankan tiga mahasiswa tersebut.
Disinilah kemudian insiden pemukulan tersebut terjadi. Di ruangan gedung, tiga orang mahasiswa dipukul dan ditendang.
Mahasiswa juga melaporkan tiga oknum ASN tersebut ke Polresta Pekanbaru.
Pasca insiden, mahasiswa bergejolak, gelombang demonstrasi memprotes
peristiwa tersebut.
Sampai akhirnya, Jum'at (16/4/2016) Plt Gubenur
Riau, Arsyadjuliandi Rachman menemui dua ribuan mahasiswa yang menduduki
kantor gubenur riau.
Dalam pernyataannya, gubernur siap menonaktifkan tiga oknum bawahanya
serta membentuk tim investigasi terkait aksi kekerasan tersebut.

BEM Universitas Riau melaporkan pemukulan di Polresta Pekanbaru.
Kelompok mahasiswa dari BEM Universitas Riau melaporkan pemukulan yang
dilakukan oleh pihak Satpol PP Kota Pekanbaru maupun anggota pengaman
lainnya saat menghadiri Rapat Koordinasi KPK dengan seluruh stakeholder
di Riau pada Rabu (13/4/2016).
Dalam insiden tersebut, Muhammad Fauzi (22) dan Triandi (22) menjadi
korban pemukulan saat hendak membentangkan spanduk protes di Balai
Srindit kompleks kediaman Gubernur Riau.
Disampaikan oleh seorang korban pemukulan bernama Muhammad Fauzi,
kronologis pemukulan terjadi ketika pihaknya hendak membentangkan
spanduk protes terhadap situasi Riau kepada petinggi KPK yang hadir.
Ia
menyebut, momen tersebut pas dikarenakan beberapa pejabat teras dari
sejumlah pihak.
"Kami malah dipukuli ketika hendak menyampaikan aspirasi di kediaman
pimpinan kepala daerah Riau. Kami menuntut keadilan," ungkapnya di
Polresta Pekanbaru.
"Untuk itu, kami ingin melapor ke Polresta, agar insiden tersebut bisa diproses secara hukum," kata Fauzi.
Puncaknya, Jum'at lalu, Plt Gubernur Riau menemui ribuan mahasiswa yang telah menduduki kantor gubernur.
Dalam amarnya,gubernur siap menonaktifkan ketiga oknum bawahannya dan membentuk tim investigasi pada aksi kekerasan tersebut.





0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !